Kamis, 10 November 2016

TUGAS SOFT SKILL EKONOMI KOPERASI


PERAN KOPERASI SEBAGAI PENGGERAK EKONOMI RAKYAT

A.    Sejarah Koperasi di Indonesia
Singkat sejarah adanya koperasi di Indonesia. pada abad ke 20 umumnya hasil yang tidak spontan dan tidak dilakukan oleh orang-orang kaya, koperasi tumbuh dari kalangan rakyat. Ketika menderita dalam keadaan ekonomi yang sulit dan orang-orang yang hidup dengan ekonomi terbatas, maka dari situlah terdorong untuk mempersatukan diri untuk meolong dirinya sendiri dan manusia yang lainnya. Koperasi di Indonesia dikenalkan oleh R. A. Wiriaatmadjadi Purwokerto, Jawa Tengah pada tahun 1896. pada tanggal 12 Juli 1947. Kongres pertama koperasi pada saat itu di Tasikmalaya. Tanggal kongres tersebut ditetapkan sebagai Hari koperasi Indonesia. Secara garis besar ada 2 masa sejarah berkembangnya koperasi di indonesia, yaitu pada masa penjajahan dan masa kemerdekaan.
Dimasa penjajahan, peranan ekonomi koperasi dimulai dari menolong pegawai kecil seperti buruh,petani, terus meningkat menjadi menolong koperasi rumah tangga dan mencoba memajukan koperasi dengan bantuan modal dan koperasi. Setelah bangsa Indonesia merdeka, pemerintah dan seluruh rakyat segera menata kembali kehidupan ekonomi. Sesuai dengan tuntutan UUD 1945 pasal 33, perekonomian Indonesia harus didasrkan pada asas kekeluargaan.
Dimasa kemerdekaan, koperasi bukan lagi sebagai reaksi atas penderitaan akibat penjajahan, koperasi menjadi usaha bersama untuk memperbaiki dan meningkatkan taraf hidup yang didasarkan pada asas kekeluargaan. Hal ini sangat sesuai dengan ciri khas bangsa Indonesia, yaitu gotong royong.

B.     Pengertian Koperasi
Koperasi merupakan sebuah badan usaha yang memiliki anggota dan setiap orangnya memliki tugas dan tanggung jawab masing-masing yang memiliki prinsip koperasi dan berdasar pada ekonomi rakyat sesuai dengan asas kekeluargaan yang tercantum pada Undang Undang Nomor 25 tahun 1992. Selain pengertian, dibawah ini ada banyak penjelasan mengenai fungsi, jenis dan tujuan koperasi.

C.    Landasan Koperasi
Landasan koperasi Indonesia adalah pedoman dalam menentukan arah, tujuan, peran, serta kedudukan koperasi terhadap pelaku-pelaku ekonomi lainnya.
Koperasi Indonesia mempunyai beberapa landasan berikut ini.
1.      Landasan idiil : Pancasila.
2.      Landasan struktural : UUD 1945.
3.      Landasan operasional: UU No. 25 Tahun 1992 dan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
4.      Landasan mental: kesadaran pribadi dan kesetiakawanan.
UU No. 25 Tahun 1992 pasal 2menetapkan bahwa kekeluargaan sebagai asas koperasi. Semangat kekeluargaan inilah yang menjadi pembeda utama antara koperasi dengan bentuk-bentuk perusahaan lainnya.
Koperasi didirikan dengan tujuan untuk memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

D.    Tujuan Koperasi
Tujuan utama Koperasi Indonesia adalah mengembangkan kesejahteraan anggota, pada khususnya, dan masyarakat pada umumnya. Koperasi Indonesia adalah perkumpulan orang-orang, bukan perkumpulan modal sehingga laba bukan merupakan ukuran utama kesejahteraan anggota. Manfaat yang diterima anggota lebih diutamakan daripada laba. Meskipun demikian harus diusahakan agar koperasi tidak menderita rugi. Tujuan ini dicapai dengan karya dan jasa yang disumbangkan pada masing-masing anggota. Selain itu tujuan utama lainnya adalah mewujudkan masyarakat adil makmur material dan spiritual berdasarkan Pancasila dan Undang – Undang Dasar 1945.
Koperasi tetap memiliki tujuan dimana tujuan tersebut dititik beratkan pada kepentingan para anggota dan bukan menimbun kekayaan sendiri. Berikut ini adalah tujuan koperasi, bukan hanya untuk anggota melainkan juga untuk para konsumennya atau pelanggan.
1.      Bagi produsen, ada keinginan untuk menawarkan barang dengan harga yang cukup tinggi
2.      Bagi konsumen, ada keinginan untuk memperoleh barang baik dengan harga yang lebih rendah
3.      Sedangkan bagi usaha kecil, ada keinginan untuk mendapatkan modal usaha yang ringan dan mengadakan usaha bersama.

E.     Macam-macam Koperasi
Koperasi dibedakan atas dasar tujuan dan bentuknya, ada 3 jenis koperasi yang ada di Indonesia, berikut adalah ulasannya
1.      Koperasi konsumsi
Koperasi ini memiliki tujuan untuk menyediakan anggotanya dari barang konsumsi dengan harga yang rendah namun dengan kualitas yang baik. Dan laba yang diperoleh atau biasa disebut dengan istilah sisa hasil usaha dibagi ke anggota menurut perbandingan jumlah pembelian di setiap anggota. Contohnya adalah KPRI
2.      Koperasi produksi
Jenis yang kedua adalah koperasi produksi yaitu koperasi yang bertujuan untuk menghasilkan barang yang akan diolah dan akan diurus bersama. Koperasi jenis produksi misalnya koperasi tahu tempe.
3.      Koperasi simpan pinjam
Dan yang terakhir adalah koperasi simpan pinjam atau sering disebut dengan koperasi kredit yang bertujuan menyediakan uang untuk beberapa keperluan. Banyak koperasi kredit yang berkembang di Indonesia karena memang sistem seperti ini cocok digunakan di Indonesia dan sesuai dengan karakter orang Indonesia.

F.     Prinsip-prinsip Koperasi
Berikut ini adalah pinsip yang digunakan oleh semua koperasi yang ada di Indonesia.
a.       Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka.
b.      Pengelolaan dilakukan secara demokratis.
c.       Pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota.
d.      Pemberian balas jasa terbatas pada modal.
e.       Kemandirian.

G.    Fungsi dan Peran Koperasi
Sesuai dengan UU No. 25 Tahun 1992 pasal 4 menyatakan bahwa fungsi dan peran koperasi seperti berikut ini.
1.      Membangun dan mengembangkan potensi serta kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial mereka.
2.      Turut serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.
3.      Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai soko gurunya.
4.      Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.

H.    Peran Koperasi Sebagai Salah Satu Roda Penggerak Perekonomian di Indonesia
Koperasi pada dasarnya adalah pendirian badan usaha yang bertujuan untuk menjalin kerjasama di antara orang-orang yang memliki keterbatasan ekonomi untuk mencapai tujuan bersama. Pembentukan badan usaha koperasi tersebut dimaksudkan untuk memenuhikebutuhan barang dan jasa bagi para anggota, baik yang bersifat individual maupunkelompok.
Koperasi merupakan bahan usaha yang pengelolaannya demokratis. Modal koperasi berasaldari setiap anggota dalam bentuk simpanan dan mereka sepakat untuk memikul tanggung jawab bersama apabila koperasi mengalami kerugian. Merekapun sepakat untuk menikmatihasil yang diperoleh secara bersama-sama pada saat koperasi memperoleh keuntungan.Menurut Undang-Undang No.25 Tahun 1992, beberapa pengertian yang menyangkutkoperasi adalah sebagai berikut:
1.      Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hokum koperasiyang melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip-prinsip koperasi, sekaligus sebagaigerakan ekonomi rakyat yang berlandaskan asas kekeluargaan
2.      Perkoperasian adalah segala sesuatu yang menyangkut kehidupan koperasi
3.      Koperasi primer adalah koperasi yang didirikan dan beranggotakan orang-seorang
4.       Koperasi sekunder adalah koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan koperasi primer yang telah berbadan hokum (minimal tiga koperasi primer)
5.      Gerakan koperasi adalah keseluruhan organisasi koperasi yang kegiatannya bersifat terpaduuntuk mencapai cita-cita bersama
Koperasi merupakan suatu wadah yang mampu menggerakan roda perekonomian rakyat kecil (miskin), dengan adanya koperasi, rakyat kecil akan mampu mengembangkan pontensi yang dimilikinya sehingga akan mampu membantu memperbaiki taraf kehidupan ekonominya.

Referensi :

Jumat, 29 Mei 2015

KATA KERJA GERUND (V+ING) AND INFINITIVE (TO+V)

Gerund and Infinitive
A.     Gerund
Gerund adalah suatu kata yang dibentuk dariverb dengan ditambahkan suffix –ingdan berfungsi sebagainoun. Walaupun berfungsi sebagainoun namun masih bertingkah seperti verb jika berada di dalam frasanya (gerund phrase), seperti: diikuti direct object jika gerund berasal dari transitive verb atau dibatasi maknanya dengan adverb.
Kata ini merupakan verbal, yaitu suatu kata yang dibentuk dari kata kerja, namun berfungsi sebagai part of speech lain. Verbal yang lainyaitu infinitive dan participle. Seperti verbal lainnya, kata ini lebih umum untuk menamai action (aksi) atau state of being (keadaan).

VERBS yang selalu diikuti oleh GERUND
·         admit (mengakui)
·         appreciate (menghargai)
·          avoid (menghindari)
·         can’t help consider (mempertimbangkan)
·         complete (menyelesaikan)
·         delay (menunda)
·         deny (menyangkal)
·         enjoy (menikmati)
·         finish (menyelesaikan)
·         mind (keberatan)
·         miss (merindukan)
·         postpone (menunda)
·         practice (berlatih)
·         quit (berhenti)
·         recall (mengingat)
·         regret (menyesali)
·         report (melaporkan)
·         resent (menyesali)
·         resist (bersikeras)
·         resume (memulai lagi)
·         risk (mengambil resiko)
·         suggest (menyarankan)

Contoh Gerund:
Penggunaan dan Contoh Gerund
Beberapa penggunaan dan contoh kalimat gerund sebagai berikut.

Penggunaan Gerund
Contoh Kalimat Gerund
Binging is a phase frequently done by a bulimic.
Running may be hard for some people.
I hate waiting.
They enjoy his singing.
My bestfriend’s favorite activity is shopping.
They disscussed an article about telling the truth.
The manager scolded the worker for removing some substantial data.
His hobby, sailing, takes a lot of time.
My bestfriend’s favorite activity, shopping, has made her spend much money.



Verb yang Diikuti Gerund
Verb yang diikuti oleh gerund dapat berupa verb tanpa tambahan agentatau dengan tambahan agent. Detail dan contohnya dalam kalimatnya adalah sebagai berikut.

Kondisi
Contoh Verb
Contoh Kalimat Gerund
Tanpa tambahan agent
acknowledge, admit, advise, anticipate, appreaciate, avoid, begin, celebrate, consider, continue, deny, discuss, dislike, endure, enjoy, finish, forget, give up, hate, help, practice, prefer, recommend, regret, remember, start, stop, teach, understand
 I hate working with him.
The student hasfinished studying.
Perlu tambahan agent
hear, watch, see
We heard himsinging the song. (him= agent)
I saw the manwalking on the street. (the man= agent)







Beberapa expression juga dapat diikuti oleh verbal ini, yaitu: worthrather than, dan instead of.

Expression
Contoh Kalimat
Worth
It is worth reading the book.
Rather than
I prefer to sleep rather than going to the party.
Instead of
Instead of paying the baggage fees, she will only carry a small backpack.


B.       Infinitive
Infinitive adalah suatuverbal yang terdiri dariparticle to dan bentuksimple dari verb (bare infinitive) dimana dapat berfungsi sebagai noun,adjective, atauadverbVerbal merupakan suatu kata yang dibentuk dari kata kerja, namun berfungsi sebagai part of speech lain. Verbal yang lain yaitugerund dan participle. Seperti verbal lainnya, kata ini lebih umum untuk menamai action (aksi) atau state (keadaan).
Infinitive dapat disertai oleh object, modifier, atau object danmodifier sehingga menjadi infinitive phrase.

VERBS yang selalu diikuti oleh INFINITIVE TO
·         agree (menyetujui)
·         appear (tampak)
·         attempt (berusaha)
·         claim (mengklaim)
·         decide (memutuskan)
·         demand (menuntut)
·         desire (berkeinginan)
·         expect (berharap)
·         fail (gagal)
·         hesitate (ragu-ragu)
·         hope (berharap)
·         intend (bermaksud)
·         learn (belajar)
·         need (membutuhkan)
·         offer (menawarkan)
·         plan (merencanakan)
·         prepare (mempersiapkan)
·         pretend (pura-pura)
·         promise (berjanji)
·         refuse (menolak)
·         seem (tampak)
·         strive (berusaha keras)
·         tend (cenderung)
·         try (mencoba)
·         want (ingin)
·         wish (berharap)
·         would like (ingin/mau)


Contoh Infinitive (to+verb):
Penggunaan dan Contoh Kalimat Infinitive
Beberapa penggunaan dan contoh kalimat infinitive adalah sebagai berikut.

Penggunaan Infinitive
Contoh Kalimat Infinitive
Noun:
Subject
To travel in this season is a bad idea.
(Bepergian musim ini merupakan ide yang buruk.)
To survive in the big city is my hope.
(Bertahan di kota besar adalah harapan saya.)
He wants to come tomorrow.
(Dia ingin datang besok.) 
direct object dari verb “want”
The children learned to write letters.
(Anak-anak belajar menulis surat.) 
direct object dari verb “learned”
His dream is to win the tender.
(Impiannya menang tender tersebut.)
Noun:
Appositive
His dream, to win the tender, has made him work harder.
(Impiannya, menang tender, telah membuatnya bekerja lebih keras.)
The best time to talk with him is at night.
(Waktu terbaik untuk berbicara dengannya adalah malam hari.) 
menerangkan noun “time”
It is the wrong way to ask a question.
(Itu cara yang salah untuk bertanya.)
menerangkan noun “way”
To watch the movie, you must buy a ticket.
(Untuk menonton film itu, kamu harus beli tiket.) 
menjelaskan “why you must buy a ticket” (mengapa kamu harus membeli tiket)
You need US$50 to buy it.
(Kamu perlu US$50 untuk membeli itu.) 
menjelaskan “why you need US$50″ (mengapa kamu butuh US$50)
Catatan:
1Adjectival infinitive digunakan untuk menjelaskan noun dimana posisinya selalu mengikuti noun yang dijelaskannya.
2Adverbial infinitive digunakan untuk menjelaskan verb, dimana dapat berada di awal atau akhir kalimat serta tidak harus berada dekat dengan verb yang dijelaskannya.
Verb yang Diikuti Infinitive

Kondisi
Contoh Verb
Contoh Kalimat Infinitive
Tanpa tambahan agent
afford, agree, appear, begin, consent, continue, decide, demand, deserve, fail, forget, hate, plan, prefer, pretend, promise, refuse, remember, seem, start, stop
They begin to loveeach other.
(Mereka mulai mencintai satu sama lain.)
Perlu tambahan agent
advise, allow, challenge, command, encourage, enable, feel, forbid, force, get, persuade, watch, remind, see, teach, tell
The teacher advised him to study harder.
(Guru tersebut menasehatinya untuk belajar lebih keras.)
Dapat ditambahan agent (optional)
ask, beg, choose, dare, expect, want, wish
He asked me to call you.
(Dia meminta saya untuk menghubungimu.)
Tanpa “to”
feel, have, hear, help, watch, see
She helped mesolve the problem.
(Dia menolongku mengatasi masalah tersebut.)

Referensi :